Kota Kendari dalam Gambar

Kota Kendari adalah sebuah kota di Sulawesi Tenggara yang terletak di seputaran Teluk Vosmaer (saat ini lebih dikenal dengan nama Teluk Kendari). Pada awalnya, kota ini dibangun dari sebuah kampung kecil bernama Kampung Kandai yang berada di sebelah utara mulut Teluk Kendari (saat ini disebut kawasan kota lama) oleh seorang pria berkebangsaan Belanda bernama J.N. Vosmaers yang mengunjungi Teluk Kendari pada tanggal 9 Mei 1831 (tanggal ini kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Kota Kendari). Sejak kedatangan Vosmaers, keadaan Kampung Kandai yang pada mulanya hanya merupakan pemukiman para pedagang Bugis dan Bajo mulai banyak berubah. Atas kuasa yang diberikan oleh Gubernur Hindia Belanda, J.N. Vosmaers kemudian melakukan banyak pembangunan infrastruktur untuk menjadikan Kandai sebagai salah satu kota pelabuhan yang penting di pantai timur Pulau Sulawesi seperti mendirikan lodge (kantor dagang), istana raja, jalan, pelabuhan, pasar, rumah ibadah dan sarana lainnya di atas bukit Kampung Kandai yang menjadi cikal bakal tumbuhnya Kota Kendari.

Seiring dengan perjalanan waktu, kian banyak penduduk yang datang bermukim di daerah-daerah seputaran Teluk Kendari sehingga menambah jumlah perkampungan-perkampungan baru yang dibangun ke arah barat dari Kampung Kandai . Pertambahan penduduk dan wilayah pemukimannya ini kemudian menjadikan Kendari di masa Pemerintahan kolonial Belanda merupakan ibukota kewedanaan dan ibukota onder Afdeling Laiwoi yang luas wilayahnya pada masa itu kurang lebih 31.420 km2. Sejalan dengan dinamika perkembangan sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan laut antar pulau, maka Kendari terus tumbuh menjadi ibukota kabupaten dan masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Dengan keluarnya Undang-Undang nomor 13 tahun 1964 terbentuklah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kendari ditetapkan sebagai ibukota provinsi yang terdiri dari 2 (dua) wilayah Kecamatan yakni Kecamatan Kendari dan Kecamatan Mandonga dengan luas wilayah 76.760 km2. Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 1978, Kendari ditetapkan menjadi Kota Administratif yang meliputi 3 (tiga) wilayah Kecamatan dengan luas wilayah 187.990  km2 yang meliputi Kecamatan Kendari, Kecamatan Mandonga dan Kecamatan Poasia. Seiring dengan dinamika penduduk dan pembangunan, Kota Kendari saat ini telah mempunyai 10 (sepuluh) wilayah kecamatan dan 64 kelurahan dengan luas wilayah yang telah mencapai 295.89 km2.

Ke depannya, entah perubahan apalagi yang akan dialami oleh kota ini. Namun yang pasti, Kota Kendari saat ini terus bergerak melengkapi dirinya sebagai salah satu kota yang maju di Indonesia.

Berikut adalah foto-foto beberapa sudut Kota Kendari yang saya abadikan dalam beberapa kesempatan.

   

           

          

 

* Sumber Tulisan :

- Makalah Dari Kota Kolonial Ke Kota Niaga :Sejarah Kota Kendari Abd XIX-XX oleh    Muhammad Said D. pada Konferensi Sejarah Nasional VIII

- Artikel Profil – Sejarah Kota Kendari dalam http://www.kendarikota.go.id

About these ads

Tentang Nasruddin

Saya seorang penikmat alam sekitar khususnya pesisir dan laut. Anda dapat mengontak saya di lanas2306@yahoo.com Salam
Tulisan ini dipublikasikan di Jalan-Jalan dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kota Kendari dalam Gambar

  1. Munawir Lala berkata:

    Rindu kampung halaman puwatu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s