Ketika Berjumpa Kuskus Beruang

Kuskus adalah salah satu hewan yang penyebarannya di dunia terbatas yakni di Australia, Papua Nugini dan di Indonesia. Di Indonesia sendiri, Kuskus hanya ditemukan di Indonesia Bagian Timur meliputi Pulau Sulawesi dan sekitarnya, Pulau Papua dan Kepulauan Maluku yang terdiri dari 11 jenis. Salah satu dari 11 jenis Kuskus di Indonesia tersebut yakni Kuskus Beruang Sulawesi (Ailurops ursinus) hanya hidup terbatas di Pulau Sulawesi dan beberapa pulau di sekitarnya yakni Pulau Buton, Pulau Muna, Pulau Togian dan Pulau Peleng. Olehnya itu, satwa ini kiranya patut dijaga kelestariannya. Di Pulau Buton, kuskus dikenal dengan sebutan Kuse dan tantangan pelestariannya cukup berat mengingat Pulau Buton yang sudah mekar menjadi beberapa daerah otonomi saat ini pembangunannya begitu pesat di semua kawasan. Belum lagi aktivitas pertambangan yang sudah marak di Pulau Buton beberapa tahun belakangan yang tentu saja mengancam habitat hidup hewan ini, yakni pohon-pohon besar yang menjadi rumah sekaligus menjadi tempat mencari makan karena hewan ini termasuk jenis herbivora, pemakan daun-daunan dan buah, namun terbatas di bagian kanopi (bagian atas) pepohonan besar sehingga ketika pohon-pohon tersebut tidak ada, maka satwa ini pun akan ikut hilang. Di kala saya masih kanak-kanak pada periode 90-an, satwa ini masih sering ditemukan di kawasan yang saat ini menjadi Kota Baubau karena masih banyaknya pepohonan besar. Namun saat ini, sudah sukar untuk menemukannya kecuali mencarinya di dalam hutan. Beruntung bagi saya, tanpa perlu masuk hutan dapat berjumpa dengannya. Dalam salah satu kesempatan perjalanan ke ibukota Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton, di puncak salah satu pohon kapuk besar yang berada di tepi jalan poros Baubau-Kapontori, saya menemukan seekor kuskus beruang yang sedang merangkak dari dahan ke dahan untuk memakan buah kapuk. Geraknya begitu lambat, namun begitu tangkas berpegangan dari satu dahan ke dahan lain dengan mengandalkan anggota gerak dan ekor yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa foto yang saya hasilkan dari pejumpaan saya tersebut.

 

Iklan
Dipublikasi di Jalan-Jalan, Uncategorized | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Permandian Kaburaburana

Salah satu permandian air tawar yang terkenal dan relatif dekat dengan Kota Baubau Sulawesi Tenggara adalah Permandian Kaburaburana yang berjarak sekitar 20 km dari Kota Baubau atau tepatnya di Desa Lawela Selatan Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Untuk bisa mencapai permandian ini, kita dapat menggunakan kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua dari Kota Baubau yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter. Keunikan permandian ini adalah karena aliran airnya yang bening mengalir di atas bebatuan yang berundak membentuk tingkatan sebanyak tujuh tingkat. Kita dapat berendam dan merasakan sensasi guyuran air di setiap tingkatannya. Makanya tak heran penduduk sekitarnya menamakannya Kaburaburana yang berarti “Yang berbuih banyak.” Selain itu tempatnya sangat sejuk karena di sekelilingnya tertutupi oleh pepohonan yang cukup rimbun. Jika anda sempat berkunjung ke tempat ini, jangan lupa membawa bekal karena belum adanya fasilitas restoran di tempat ini. Berikut adalah foto-foto permandian Kaburaburana yang saya abadikan pada tanggal 16 Agustus 2017 kemarin.

 

Sampingan | Posted on by | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Air Terjun Kandawudawuna

Selain dikenal sebagai pulau penghasil alam, Pulau Buton juga ternyata memiliki banyak lokasi air terjun. Salah satunya adalah air terjun Kandawu-dawuna. Air terjun ini berada lebih kurang 75 km dari Kota Baubau, tepatnya di daerah perbatasan Desa Waondo Wolio dan Desa Wakuli Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton. Untuk mencapai lokasi air terjun ini dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor dari jalan poros kemudian memasuki jalan tani sekitar 10 menit dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 20 menit melewati hutan yang masih rimbun. Selama memasuki hutan, petunjuk jalan yang digunakan kebanyakan orang hanyalah tanah yang rata dan bersih karena belum ada papan petunjuk jalan. Olehnya itu untuk mencapai air terjun ini sebaiknya ditemani oleh orang yang pernah memasukinya agar tidak tersesat.

Berikut adalah beberapa foto air terjun Kandawu-dawuna yang berhasil saya abadikan dalam perjalanan bersama beberapa kawan di awal Bulan Agustus 2017 kemarin.

 

 

Sampingan | Posted on by | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Kepingan Keindahan di Selatan Pulau Muna

Bagi para pencinta pesisir dan laut, wilayah selatan Pulau Muna kiranya patut dipertimbangkan untuk dikunjungi. Di wilayah ini ada begitu banyak keindahan yang bisa kita temukan dari darat hingga dasar perairannya. Untuk menjelajahi wilayah Selatan Pulau Muna, anda harus melalui jalan poros Wamengkoli – Mawasangka. Namun sampai saat tulisan ini dibuat, menurut pandangan kami, jalan poros ini merupakan salah satu ruas jalan raya di Kabupaten Buton yang cukup berat untuk dilalui. Selain karena jaraknya yang mencapai ± 80 km, juga karena medan jalannya yang tampil dengan rupa-rupa penampilan. Ada yang beraspal mulus, sekedar beraspal, aspalnya tidak rata, aspalnya berlubang, aspalnya menganga, bahkan ada bahagian jalan yg sudah tidak beraspal. Menjadi ironis karena selain ruas jalan ini merupakan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kendari dengan Kabupaten Buton dan Kota Baubau, juga Kabupaten Buton dikenal sebagai daerah yang memiliki kandungan aspal alam terbesar di Indonesia.

Beberapa bgian dari medan yang akan kita hadapi saat melintas dri Wamengkoli - Mawasangka

Beberapa bgian dari medan yang akan kita hadapi saat melintas dri Wamengkoli – Mawasangka

Namun di tengah penderitaan saat melalui jalan poros Wamengkoli – Mawasangka ini, kita masih bisa menemukan kepingan-kepingan keindahan yang bisa membuat kita melupakan betapa nyerinya tubuh akibat getaran kendaraan.

1. Teluk Lasongko
Pemandangan indah yang pertama dapat kita saksikan adalah pemandangan Teluk Lasongko, teluk terbesar yang ada di Kabupaten Buton dengan luas mencapai 13,6 km². Dari banyak tempat di ketinggian, kita dapat menyaksikan perairan yang berwarna hijau jernih dan biru berkilauan dengan dasar perairan yang terdiri dari terumbu dan pasir. Selain itu kita dapat melihat jejeran desa-desa pesisir dan pantai-pantai yang berpasir putih yang berada di sekeliling teluk. Jika mau sedikit meluangkan waktu, kita dapat singgah di desa-desa pesisirnya untuk menikmati deburan ombak dan pantai-pantai berpasir putih karena aksesnya yang mudah.

Pemandangan Teluk Lasongko dari beberapa tempat

Pemandangan Teluk Lasongko dari beberapa tempat

2. Aroma jambu mete
Saat memasuki Desa Teluk Lasongko hingga Desa Lolibu di Kecamatan Lakudo, hidung kita akan dimanjakan oleh aroma jambu mete yang dibakar. Wajar saja, di desa-desa yang berada di tepian Teluk Lasongko ini merupakan daerah penghasil jambu mete yang menyuplai kacang mete ke Kota Baubau dan Kota Kendari.

3. Teluk Lianabanggai
Pemandangan teluk ini akan menyapa kita saat memasuki Desa Langkomu, Kec. Mawasangka Tengah. Di teluk ini, selain kita dapat menikmati pemandangannya yang masih hijau dan kicauan berbagai macam burung, kita juga dapat berenang karena perairannya yang tenang dan jernih. Waktu dan tempat paling bagus menikmati pemandangan teluk ini adalah dari ketinggian Desa Lantongau di pagi hari saat matahari terbit dari balik teluk.

Pemandangan Teluk Lianabanggai

Pemandangan Teluk Lianabanggai

4. Kolam alam
Dalam perjalanan menuju ke Mawasangka, kita dapat pula menikmati kolam-kolam alam berair segar nan jernih yang mudah kita akses karena letaknya dekat dengan jalan raya. Beberapa diantaranya adalah Permandian Maobu di Desa Lalibo, Air Watorumbe di Desa Watorumbe, Air Lamunde di Desa Gundu-Gundu dan yang paling besar adalah Permandian Gumanano di Desa Gumanano. Tak ada pungutan alias gratis saat memasuki tempat-tempat ini. Sayangnya beberapa kolam alam ini selain digunakan untuk tempat mandi juga menjadi tempat mencuci masyarakat.

Secara berturut-turut, air maobu, air watorumbe dan jalan masuk ke air lamunde

Secara berturut-turut, air maobu, air watorumbe dan jalan masuk ke air lamunde

5. Endoke dan Babi hutan.
Jika beruntung, saat melintasi Desa Gundu-Gundu hingga Gumanano anda dapat menyaksikan kera Endoke atau Buton Macaque (Inggris) atau Macaca brunnescens (latin) dan dalam bahasa setempat disebut Andoke yang bergelayutan di tebing-tebing batu. Terkadang pula di tempat yang sama, anda akan berjumpa dengan babi hutan yang kadang kala berjalan berkelompok. Olehnya itu, berhati-hatilah saat melintasi jalanan disini karena kedua jenis hewan ini terkadang muncul tiba-tiba dari balik semak di kiri-kanan jalan.

6. Pantai berpasir putih
Pemandangan indah dari pantai-pantai berpasir putih juga akan turut menyapa mata kita saat dalam perjalanan. Pantai-pantai berpasir putih ini akan mudah kita temukan saat melintasi Desa Gumanano hingga Desa Kancebungi. Di Desa Kancebungi, selain kita dapat menikmati pantai, mata kita juga akan dimanjakan pemandangan Gunung Kabaena/Gunung Batu Sangia yang ketinggiannya mencapai 1100 mdpl.

Beberapa pemandangan yg akan menyapa kita saat memasuki Desa Gumanano dan Desa Kancebungi, Mawasangka

Beberapa pemandangan yg akan menyapa kita saat memasuki Desa Gumanano dan Desa Kancebungi, Mawasangka

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jalan-Jalan | Tag , , , , | 3 Komentar

Menikmati Sunset dari Keraton Buton

Galeri ini berisi 8 foto.

Selain keunikan arsitekturnya dan sejarah yang ada di dalamnya, kawasan benteng keraton buton juga dapat dijadikan salah satu alternatif untuk menyaksikan tenggelamnya matahari (sunset). Berikut adalah beberapa gambar sunset yang saya abadikan dari salah satu tempat di kawasan Benteng Keraton … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Kota Kendari dalam Gambar

Galeri ini berisi 22 foto.

Kota Kendari adalah sebuah kota di Sulawesi Tenggara yang terletak di seputaran Teluk Vosmaer (saat ini lebih dikenal dengan nama Teluk Kendari). Pada awalnya, kota ini dibangun dari sebuah kampung kecil bernama Kampung Kandai yang berada di sebelah utara mulut … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , | 1 Komentar

Kepingan Keindahan Alam Pulau Buton & Sekitarnya

Galeri ini berisi 20 foto.

Berikut adalah foto-foto dari lingkungan Pulau Buton dan sekitarnya yang saya abadikan dalam beberapa kesempatan. Semoga mengingatkan kita untuk selalu menjaga keberlangsungan dan kelestariannya.

Galeri | Tag , , , | 14 Komentar