Bule dan Kemajuan Peradaban Kita

Semalam saya mendapat sebuah hadiah yang cukup menarik dari seorang abang sekaligus teman, Yusran Darmawan. Dia memberikanku sebuah buku berjudul “Orang Bajo” yang ditulis oleh seorang bule Perancis bernama Francois-Robert Zacot (Mr Francois). Saya belum membaca semua isi buku tersebut sebab masih ada buku lain yang sedang saya tuntaskan. Saya baru membaca sampul dan Prakata buku tersebut. Tetapi dari sampul dan prakatanya telah cukup alasan bagi saya untuk mengatakan buku tersebut cukup menarik. Warna sampulnya biru dengan tulisan besar “ORANG BAJO” di bahagian atas. Gambar sampulnya adalah dua orang anak kecil yang tampaknya sedang berusaha menangkap ikan.

Kemudian dari pengantarnya, disebutkan bahwa buku “Orang Bajo” merupakan karya yang lahir dari perjumpaan penulis dengan suku Bajo di Pulau Nain (Sebelah Utara Manado) dan Desa Torosiaje (Gorontalo) yang dimulai sejak 30 tahun lalu yakni di tahun 1978 saat penulis melakukan penilitian tentang etnografis. Buku ini pertama kali terbit di tahun 2002 dalam versi Perancis dengan judul Peuple nomade de la mer. Les Badjos d’Indonesie. https://musafirtimur.wordpress.com/2009/01/25/bule-dan-kemajuan-peradaban-indonesia/

Saya tidak ingin menulis tentang isi buku tersebut sebab saya belum menuntaskannya. Yang ingin saya tuliskan disini adalah kekaguman saya kepada penulis buku ini. Di pengantar disebutkan alasan penulisan buku (yang membuat saya kagum) adalah sebagai jawaban, sebagai hadiah, sebagai imbalan, sebagai ungkapan terima kasih penulis kepada masyarakat Bajo (khususnya di tempat penelitian penulis) atas keterbukaan dan bantuan yang diberikan mereka selama penulis melakukan penelitiannya selama bertahun-tahun di kelompok masyarakat Bajo. Dengan menuliskan kisah kehidupannya di tengah-tengah masyarakat Bajo, penulis berharap dapat ikut melestarikan budaya bajo dan ingatan orang bajo dapat terwariskan. Saya membandingkan dengan diriku yang telah beberapa kali mendapat bantuan dari kelompok masyarakat untuk melaksanakan suatu penelitian/melaksanakan suatu pekerjaan tanpa memberikan imbalan yang berarti sebagaimana halnya buku “Orang Bajo” tersebut. Saya dengan begitu egoisnya hanya menuliskan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya di dalam laporan pekerjaan kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan tanpa memikirkan apa imbalan terbaik bagi kehidupan pihak-pihak yang telah membantu tersebut.

Bagi saya, apa yang sudah dilakukan oleh Mr Francois ini merupakan salah satu dari sekian sumbangan manis yang diberikan oleh orang-orang barat kepada negeri kita tercinta, Indonesia, disamping sumbangan pahit berupa penjajahan dan pengangkangan negeri selama ratusan tahun. Semenjak dahulu orang-orang barat telah melanglang buana di seantero negeri Indonesia untuk mencatat, menginventarisir dan memetakan banyak hal di negeri Indonesia dengan berbagai tujuan dan motivasi. Mereka merelakan tubuhnya disergap dinginnya malam dan mencekamnya hutan rimba untuk menginventarisir berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang hidup di rimba-rimba Indonesia. Mereka rela untuk diombang-ambingkan ganasnya gelombang barat dan timur di perairan-perairan Indonesia untuk bisa menjangkau pulau-pulau untuk kemudian menginventarisir semua yang ada di darat dan lautnya. Mereka dengan berani memetakan wilayah Indonesia beserta kelompok-kelompok manusia yang menghuninya, lengkap dengan adat istiadat yang mereka miliki meski kadangkala harus berhadapan dengan berbagai macam ancaman. Terlepas dari motivasi dan tujuan yang barangkali buruk buat kita, apa yang sudah mereka lakukan tersebut telah membantu kita untuk saling mengenali antar anak bangsa dan mengenali lingkungan kita.

Untuk masa sekarang ini, terkadang saya tidak habis pikir, di saat kita mati-matian bekerja mengumpulkan uang banyak untuk bisa berleha-leha termasuk mengunjungi luar negeri, masih ada saja sebahagian orang-orang barat yang memilih berpetualang meninggalkan segala kemudahan dan kemewahan yang mereka miliki di negara asalnya untuk kemudian bekerja dan memikirkan kemajuan negeri-negeri lain. Di kotaku sendiri, Baubau, saya memiliki dua orang kenalan bule dengan sumbangan dan cita-cita yang manusiawi. Yang pertama adalah seorang yang bernama Gertjees, seorang perempuan Belanda berumur kira-kira 40 tahunan. Meski orang Belanda, tetapi dia memiliki komitmen dan usaha untuk mencerdaskan kehiduan bangsa. Itu tercermin dari usahanya menguliahkan beberapa anak dari Suku Bajo ke pendidikan keguruan di kotaku dan membelikan mereka rumah sebagai asrama selama kuliah. Hebatnya lagi, rumah yang dibelikan itu dilengkapi dengan perpustakaan dan komputer. Untuk membiayai itu semua, dia membuka usaha resort selam dan penginapan kecil-kecilan di Pulau Hoga, Kaledupa.

Kenalan lainku adalah Belinda, seorang bule cewe berumur kira-kira 20 tahunan yang berasal dari Australia. Berbeda dengan Geertjes yang membuka usaha resort selam, dia merupakan salah satu dari sekian volunteer Global Partner yang ditugaskan di Kota Baubau untuk mengajar menyelam dan bahasa inggris. Alasan dia mau bergabung dengan Global Partner adalah karena dia ditawari untuk membantu masyarakat dan pemerintah Kota Baubau dengan skill yang dia mliki untuk mempersiapkan Kota Baubau sebagai daerah tujuan wisata. Yang membuatku salut adalah cita-cita individualnya yakni ingin membantu pemerintah dan masyarakat Kota Baubau mengelola potensi wisatanya dengan kekuatan lokal yang mereka milki karena jika dikelola oleh orang dari luar negeri (orang barat) maka hasilnya akan dibawa ke negara lain. Dia juga ingin Baubau tumbuh sebagai kota wisata dengan cita rasanya sendiri dan tidak meniru kehidupan Bali yang menurut dia sudah carut marut. Cita-cita yang sungguh mulia menurutku. Cita-cita yang membuatku malu melihat wajah sebahagian anak negeri yang sibuk mencari jalan instan menjadi pegawai negeri, mengumbar janji dan berebut kekuasaan untuk kemudian merampok hak-hak anak negeri lainnya.

Baubau, 24 Januari 2009

Tentang Nasruddin

Saya seorang penikmat alam sekitar khususnya pesisir dan laut. Anda dapat mengontak saya di lanas2306@yahoo.com Salam
Pos ini dipublikasikan di Opini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s